Gondanglegi, Malang — Program Studi Tadris Matematika Universitas Al-Qolam Malang (UQM) menjalin kolaborasi penelitian dengan Madrasah Aliyah (MA) Al-Khoiryah Putukrejo Gondanglegi dalam upaya meningkatkan literasi membaca matematis siswa melalui penerapan strategi pembelajaran Deep Learning.
Penelitian ini dipimpin oleh Ucik Fitri Handayani, M.Pd., dosen Prodi Tadris Matematika UQM, bersama tim mahasiswa yang berperan aktif sebagai asisten riset dan pendamping guru di kelas. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda kampus dalam memperkuat kemitraan riset berbasis sekolah sekaligus memberikan ruang bagi guru dan mahasiswa untuk berinovasi dalam praktik pembelajaran.
Menurut Ucik Fitri, rendahnya kemampuan siswa dalam memahami bacaan matematis menjadi salah satu hambatan utama dalam pembelajaran. “Siswa sering mampu menghitung tetapi tidak memahami makna konteks soal. Deep learning membantu mereka berpikir lebih mendalam, menghubungkan konsep, dan menafsirkan teks matematis dengan reflektif,” jelasnya.
Riset dilakukan menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang melibatkan dua siklus kegiatan. Tahap pertama fokus pada penerapan pembelajaran berbasis teks kontekstual, sementara tahap kedua memperkuat keterampilan refleksi dan kolaborasi siswa. Siswa diajak untuk membaca, menafsirkan, dan mendiskusikan teks matematika yang dikaitkan dengan situasi kehidupan sehari-hari, seperti perbandingan harga, peluang, dan grafik data.
Kegiatan ini juga menjadi wadah penguatan kapasitas guru MA Al-Khoiryah dalam mengembangkan pembelajaran yang menumbuhkan higher order thinking skills (HOTS). Guru matematika setempat mengakui manfaatnya. “Metode ini membuat siswa lebih aktif dan tidak takut salah. Mereka mulai bisa menjelaskan alasan di balik setiap langkah perhitungan,” ujar salah satu guru kolaborator.
Hasil awal menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan literasi membaca matematis siswa. Nilai rata-rata hasil tes pemahaman bacaan meningkat dari 60,8 menjadi 79,2 setelah penerapan strategi deep learning pada siklus kedua. Selain peningkatan nilai, siswa juga menunjukkan perubahan sikap terhadap pembelajaran matematika yang lebih positif dan reflektif.
Bagi mahasiswa UQM, keterlibatan langsung dalam penelitian ini menjadi pengalaman penting untuk mengasah kemampuan riset dan memahami praktik pembelajaran berbasis refleksi. Mereka turut membantu dalam penyusunan instrumen penelitian, observasi kelas, dan analisis data hasil belajar.
Kolaborasi ini menegaskan komitmen Universitas Al-Qolam Malang untuk terus memperluas jaringan kemitraan akademik di tingkat sekolah. Melalui riset berbasis kolaboratif seperti ini, kampus berupaya membangun ekosistem pendidikan yang reflektif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan kualitas belajar siswa.
“Riset semacam ini bukan hanya meningkatkan kemampuan siswa, tetapi juga menjadi wadah bagi guru dan calon guru untuk belajar bersama mengembangkan pembelajaran bermakna,” pungkas Ucik Fitri.