Niswatul Mustaufiroh, Selasa 23 Agustus 2022

Bravo Tarbiyah
Selasa, 22 Agustus 2022, Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia dan beberapa prodi lain di Fakultas Tarbiyah IAI Al-Qolam mengikutI Seminar Wawasan Kebangsaan Dengan tema “Optimalisasi Peran Media Guna Mengembangkan Wawasan Kebangsaan” . Acara dimulai sekitar pukul 02.00 yang diadakan RM Bojana Puri kepanjen.
Kegiatan tersebut langsung dibuka oleh Ibu HJ. Jajuk Rendra krisna S.E M.M anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi Partai Nasdem. Selain itu acara tersebut juga dihadiri oleh Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Kaprodi Tadris Bahasa Indonesia Dr. Kholik,M.Pd., Dr. Ahsan Shohifur Rizal.M.Pd., dosen Tadris Bahasa Indonesia, beberapa Pengurus PC LTN NU Kabupaten Malang, Kontributor NUMalang.id, LTN MWCNU Kecamatan Wonosari, pegiat UMKM Kabupaten Malang, Kader PAC Fatayat NU Kecamatan Kromengan, Pegiat Literasi, Pegiat Hidroponik Kecamatan Pakisaji, dan Kader NU Kecamatan Kalipare.
Setelah dibuka oleh Ibu HJ. Jajuk Rendra Krisna pemaparan yang di moderatori oleh Kakak Isa Ansori (kepala Rumah Aspirasi).
Pemateri pertama yaitu Bapak Munib rofiqi (Redaktur numalang id). Menyampaikan materi dengan judul ” Media Massa dan NKRI”, Beliau mengakatakan bahwa tidak semua disampaikan oleh orang itu disebut berita jika tidak mempunyai ilmu atau standar mengenai sesuatu yang dianggap berita. Nasionalisme secara sederhana bisa disebut dengan cinta tanah air serta mengakui pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI , dan Bhineka Tunggal Ika.

Apa itu media massa? Lembaga sosial yang melakukan kegiatan jurnalistik atau jurnalistik bisa dikatakan sebagai kegiatan mencari mengolah menulis, dan menyebarkan informasi kepada publik melalui media massa. Fungsi jurnalistik sebagai kontrol sosial yaitu melakukan pengawasan kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.
Pemateri kedua disampaikan oleh Bapak Endrita agung wicaksono. “jika kita bisa mengendalikan ombak kita bisa berselancar didalamnya. Membuat berita dan perilaku- perilaku yang positif” Ujar beliau. Sesi selanjutnya yaitu tanya jawab atau diskusi mengenai pemaparan materi dan sesi foto bersama.

Acara ini untuk memberikan tambahan pengetahuan tentang jurnalistik dan penguatan jiwa nasionalisme khususnya bagi mahasiswa tadris yang berkecimpung juga dengan keilmuan jurnalistik.