Malang — Universitas Al-Qolam Malang telah melepas secara resmi para peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 2026 pada Senin (04/05/2026). Prosesi pelepasan yang digelar secara khidmat di area kampus tersebut menandai dimulainya program pengabdian tahunan yang dirancang untuk memberikan kontribusi akademik secara langsung bagi kebutuhan masyarakat pedesaan.
Pada tahun ini, KKN-T Universitas Al-Qolam Malang mengedepankan pendekatan tematik yang berpusat pada konsep Desa Maslahah dan Keluarga Maslahah. Pendekatan tersebut dijalankan melalui kemitraan strategis dengan PW GP Ansor Jawa Timur serta jejaring Ranting Nahdlatul Ulama di wilayah sasaran. Kerja sama ini diarahkan untuk menguatkan pelaksanaan pengabdian kampus melalui gerakan sosial-keagamaan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat.
Ketua Panitia KKN-T 2026, Wildan Hakim, M.Pd, menerangkan bahwa pelaksanaan KKN tahun ini tidak semata-mata menempatkan mahasiswa sebagai pelaksana program. Mahasiswa juga dilibatkan dalam pengumpulan data sosial yang didasarkan pada kebutuhan nyata desa.
“KKN-T kali ini diawali dengan survei Desa Maslahah dan Keluarga Maslahah menggunakan sistem berbasis aplikasi. Data yang dihimpun nantinya bersifat open access sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pijakan program pemberdayaan yang lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Program KKN-T 2026 akan berjalan selama dua bulan, terhitung sejak 06 Mei hingga 06 Juli 2026. Mahasiswa akan ditempatkan di 12 desa yang tersebar di 8 kecamatan. Sebelas desa berada di Pulau Jawa, sedangkan satu desa lainnya terletak di Pulau Kalimantan sebagai upaya memperluas cakupan pengabdian lintas wilayah.
Desa-desa sasaran tersebut meliputi Desa Siman dan Kampung Baru di Kecamatan Kepung; Desa Pait, Bayem, serta Pondokagung di Kecamatan Kasembon; Desa Kaumrejo dan Banjarejo di Kecamatan Ngantang; Desa Baturetno di Kecamatan Singosari; Desa Bambang di Kecamatan Wajak; Desa Karangsuko di Kecamatan Pagelaran; Desa Ganjaran di Kecamatan Gondanglegi; serta Desa Durian dan wilayah Jawa Tengah di Kecamatan Sui Ambawang, Kalimantan.
Guna memastikan proses pendampingan berjalan secara optimal, Universitas Al-Qolam Malang menugaskan 12 dosen fasilitator dan 12 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang berasal dari beragam program studi. Para dosen tersebut akan membimbing mahasiswa dalam tahapan observasi, pemetaan persoalan, serta pelaksanaan program pengabdian yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa.