
Muhammad Masykur Izzy Baiquni, Sabtu 3 September 2022
Dalam dunia pendidikan, persoalan mutu bukan saja menyangkut input, proses, dan output, tapi juga outcome. Input pendidikan bermutu adalah pendidik, karyawan, peserta didik, kurikulum, sarana dan prasarana serta aspek penyelenggaraan lainnya.
Dalam pemahaman yang mutakhir, perguruan tinggi yang disebut bermutu dapat dilihat dari karakteristik yang dimilikinya antara lain (1) memiliki kejelasan visi, misi, dan tujuan lembaga, (2) mengembangkan tradisi/kultur akademik dengan baik, dan (3) memiliki prestasi baik akademik dan non akademik.
Kita bisa membedakan lembaga perguruan tinggi yang bermutu bagus dengan lembaga yang tidak bermutu di negeri maupun swasta antara lain, (1) pada lembaga yang bermutu kepemimpinan memiliki wawasan keunggulan, sedangkan pada lembaga yang tidak bermutu sikap pimpinan serba puas dengan yang ada, (2)pada lembaga yang bermutu berdaya saing sendiri yaitu sifat kemandiriannya tinggi, sedangkan pada lembaga yang tidak bermutu sebaliknya yaitu ketergantungan kepada pemerintah atau kepada pihak lain cukup tinggi, (3) pada lembaga yang bermutu keuangan dikelola dengan baik sedangkan pada lembaga yang kurang bermutu keuangan dipegang oleh pimpinan.

Setiap satuan pendidikan pada dasarnya memiliki sistem untuk menghasilkan mutu yang berkualitas. Pada dasarnya sitem pendidikan tinggi di Indonesia memiliki empat tahapan pokok, yaitu: masukan (input), proses, luaran (output) dan hasil ikutan (outcome). Input memiliki kategori yaitu dosen, mahasiswa, buku, staf administrasi dan teknisi, sarana dan prasarana, dana, dokumen, kurikulum dan keuangan.
Kategori proses berisi proses pemelajaran, proses penelitian, dan proses manajemen. Yang masuk dalam ketegori output adalah lulusan, hasil penelitian, dan karya ilmu pengetahuan lainnya. Sedangkan yang termasuk dari hasil outcome adalah penerimaan dan pengakuan masyarakat terhadap luaran perguruan tingi, kesinambungan, peningkatan mutu hidup masyarakat dan lingkungan.
Proses pendidikan yang bermutu adalah proses pembelajaran dan penyelenggaraan pendidikan. Output bermutu adalah lulusan yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan. Output bermutu terjadi jika prestasi lembaga pendidikan tersebut khususnya prestasi peserta didiknya dalam berbagai hal akademik maupun non akademik menunjukkan pencapaian yang tinggi.
Di sisi hasil ikutan (outcome) bermutu adalah lulusan yang mampu melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi. Outcome merupakan tingkat daya serap dari output yang bermutu terhadap stakeholder. Maka, semakin tinggi daya serap dari hasil pendidikan yang telah dilaksnakan oleh lembaga maka semakin bermutu hasil pendidikan lembaga tersebut (output). Sebaliknya semakin rendah daya serap hasil pendidikan yang telah dilaksanakan maka jelas semakin rendah tingkat mutu yang dimiliki lembaga pendidikan tersebut.

Outcome dinyatakan bermutu apabila lulusan cepat terserap dalam dunia kerja maupun lembaga-lembaga yang membutuhkan lulusan tersebut dan stakeholder merasa puas terhadap lulusan lembaga pendidikan tersebut. Sebuah perguruan tinggi harus mampu memenuhi kebutuhan stakeholder berupa (1) kebutuhan kemasyarakatan (societal needs), (2) kebutuhan dunia kerja (industrial needs), dan (3) kebutuhan professional (professional needs).
Institut Agama Islam Al Qolam Malang, perlu membangun perbaikan di berbagai aspek. Penerapan manajeman dari input, proses, output dan outcome yang baikakan membawa dampak menghasilkan mutu yang berdaya saing tinggi. Semua tujuan tersebut tidaklah mustahil apabila pengembang dan pengelola pendidikan mampu workshop Outcome Based Education “Constructive Alignmet” dengan menghadirkan Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah,M.Pd.I, tokoh yang lama malang melintang di manajeman Lembaga Penjaminan Mutu UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Beliau juga adalah Ketua Umum PC LP Ma’arif Kabupaten Malang, Acara ini diikuti oleh dosen-dosen tetap Fakultas Tarbiyah IAI Al Qolam pada hari Rabu (31/08/2022) di ruang laboratorium kampus.
Dalam workshop Outcome Based Education “Constructive Alignmet” ini dibangun penguatan, pemantapan tujuan dan kerangka dasar kurikulum di fakultas karena hal ini sangat penting diperhatikan. Kurikulum fakultas tarbiyah dirancang untuk tidak membebani mahasiswa dengan konten namun pada aspek kemampuan esensial yang diperlukan semua warga Negara untuk berperan serta dalam membangaun Indonesia menuju Indonesia emas abad ke-21.
Wallahu a’lam
08: 10 wib