Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Malang, Senin 14 November 2022

“Dunia yang kompetitif membawa dua kemungkinan bagi Anda, Anda bisa kalah, atau, jika Anda ingin menang. Anda bisa berubah” Lester Thurlow

Sabtu 12 November 2022 Fakultas Tarbiyah kedatangan tamu satu keluarga besar dari IAI Riyadlatul Mujahidin Ngabar Ponorogo. Mereka membawa semua kekuatan struktural yang dimiliki untuk belajar ke Al Qolam dan menandatangani Kerjasama dengan Fakultas Tarbiyah. Sekitar 40 orang pejabat kampus siap untuk segera menjadi universitas dan bersaing positif dengan kampus besar. Setelah selama 20 tahun “tertidur” dan kini bangun untuk berlari secepat mungkin. Dan ini statement yang dikeluarkan oleh pimpinan IAI Ngabar. Semangat maju seperti ini perlu terus dihidupkan, khususnya bagi Fakultas Tarbiyah Al Qolam.

Saya melihat dan mendengar semangat mereka sangat kuat. Ini sebuah pembelajaran positif untuk Fakultas Tarbiyah Al Qolam. Seiring berjalannya waktu memang saya ingin melihat tarbiyah memiliki peran besar di dalam masyarakat, bahkan sering saya sampaikan keinginan saya agar Fakultas Tarbiyah memiliki peran lebih besar dai al Qolam sendiri. Dan tentunya ide saya menjadi bahan tertawaan dari sebagaian orang.

Belajar dari nasehat yang sering disampaikan oleh Prof. Dr. KH Imam Suprayogo termasuk dalam berbagai bukunya atau biografinya Imam Al-Jam’iah, selain dari figur pemimpin yang hebat. STAIN Malang bisa mencapai pertumbuhan mencapai status UIN Malang diantaranya dengan delapan kekuatan yang sudah ada yaitu: 1) jasa yang ditinggalkan oleh para pendahulu, 2) kebersamaan yang kukuh, 3) semangat kerja keras semua lapisan yang ada, 4) kemauan membuka diri untuk menerima apa saja yang baik dari manapun asalnya, 5) kemauan untuk mengedepankan kepentingan lembaga daripada kepentingan pribadi, 6) semangat berkorban oleh semua yang terlibat di dalamnya, 7) adanya perencanaan yang jelas dan apllicable, dan 8) yang juga sangat penting dan justru yang terpenting adalah limpahan rahmat dan inayah Allah swt.

Tarbiyah memerlukan ide-ide brilliant yang kadang harus berani keluar dari pakem untuk semakin maju. Fakultas Tarbiyah diandaikan kendaraan harus seperti mobil balap yang bisa mencari, menyalip dan mencari jalan tercepat untuk mencapai tujuan. Bukan seperti kereta api yang harus mengikuti rel harian. Karena rel harian itu lebih cocok untuk kampus negeri yang memang sudah siap dan mahasiswa yang siap masuk juga sudah menunggu setiap tahun.

Sebagai Dekan tarbiyah kewajiban besar saya adalah berusaha membangun jiwa jiwa merdeka, jiwa di mana kreativitas terus dimunculkan, tanpa perlu menunggu yang lain mau kreatif atau tidak, tanpa peduli apakah akan ada support atau tidak. Jiwa ini perlu terus dihidupka di fakultas Tarbiyah terutama dengan motivasi internal. Jangan sampai berjiwa “dagang” yang hanya berorientasi kepada apakah ada support dana atau tidak atau adakah hasil ekonomis atau tidak. Apalagi sampai berjiwa budak yakni mau melakukan sebuah ide atau kewajiban bila hanya disuruh. Fakultas Tarbiyah harus terus melakukan pertumbuhan di semua bidang.

Carol Dweck dalam Mindset: The New Psychology of Success, menjelaskan bahwa orang-orang cenderung memiliki satu dari dua pola piker. Pertama memiliki pola piker tetap, dan kedua memiliki pola piker pertumbuhan. Orang yang berpola pikir tetap meyakini bahwa kualiatas pribadi mereka tidak bisa berubah. Orang dengan pola piker tetap selalu berusaha untuk membuktikan betapa berharganya mereka. Setiap siatuasi akan mereka evaluasi dengan berbagai pertanyaan: Apakah saya berhasil atau gagal?, Akankah saya terlihat pintar atau bodoh?, Akankah saya diterima atau ditolak? Akankah saya merasa seperti pemenang atau pecundang?. Sedangkan, pola pikir pertumbuhan sebagai pola piker yang mendorong orang-orang mengeksplorasi dan berkembang. Saya berhasrat bagaimana kapasitas kemajuan di tarbiyah bisa terus dijelajahi dan terus dikembangkan.

John C. Maxwell pernah bertanya, bagaimana pertumbuhan sebuah lembaga atau organisasi bisa ditumbuhkan dan diteladankan? Dia menjelaskan bahwa Kita akan sulit mengembangkan diri jika hanya meneladani diri sendiri. Keteladanan sangat penting dalam lingkungan positif. Keteladanan harus muncul dari level pemimpin, lalu turun ke bawahan, hingga ke semua bidang dalam organisasi. Perubahan bisa menyulitkan, tetapi itu selalu diperlukan untuk pertumbuhan. Semoga fakultas tarbiyah terus tumbuh dengan semangat semangat pola pikir pertumbuhan.

Sebagai penutup sebuah kata bijak dari Maxwell “Tidak ada pertumbuhan di zona nyaman Anda dan tidak ada kenyamanan dalam zona pertumbuhan Anda”

Wallahu a’alm

mzizzybq


admintarbiyah

Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Al-Qolam Malang berdiri pada 10 Februari 2015, salah satu Fakultas yang berdiri dilingkungan Institut Agama Islam Al-Qolam Malang

This is an empty menu. Please make sure your menu has items.