FTAR : Model pembelajaran Think Pair Square (TPSQ) yang dipadukan dengan metode Number Head Together (NHT) diteliti efektivitasnya terhadap prestasi belajar peserta didik. Penelitian ini dipandu oleh dosen Wildan Hakim dan melibatkan peserta didik pada salah satu kelas sebagai subjek uji coba. Fokus utamanya pada bagaimana aktivitas diskusi berkelompok terstruktur membantu peserta didik lebih paham materi, berani bertanya, dan aktif menjawab.
Kegiatan berlangsung secara daring pada 23 Februari sampai 5 Maret 2023. Selama periode ini, kelas dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. Setiap pertemuan, dosen menerapkan langkah TPSQ, mulai dari berpikir mandiri, berpasangan, kemudian berdiskusi dalam kelompok empat, lalu dilanjutkan dengan NHT yang mengharuskan setiap kepala bernomor siap menjawab pertanyaan. Pola ini membuat semua peserta didik terlibat, bukan hanya yang biasanya aktif.
Hasil awal menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata ulangan harian setelah penerapan TPSQ dipadu NHT. Peserta didik terlihat lebih siap mengikuti pelajaran, lebih fokus saat guru menjelaskan, dan lebih sering mengemukakan pendapat. Diskusi kelompok yang terarah membantu mereka menata kembali pemahaman sebelum diuji melalui pertanyaan guru. Situasi kelas menjadi lebih hidup, tetapi tetap terarah pada tujuan pembelajaran.
Dari sisi dosen, model ini membantu memetakan kemampuan peserta didik secara lebih rinci, karena setiap anggota kelompok berkesempatan tampil dan dinilai. Data nilai sebelum dan sesudah penerapan model menunjukkan tren peningkatan prestasi belajar yang konsisten. Temuan ini memberi dasar kuat bagi pengembangan TPSQ dipadu NHT sebagai alternatif model pembelajaran yang layak dikembangkan di kelas lain untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik.