Hanan, Erlik Widiawati, Niswatul Mustaufiroh, Nur Azizah, Kamis 13 Juli 2023

Fakultas Tarbiyah.
Manajemen waktu adalah salah satu hal yang sangat penting yang harus dimiliki oleh seseorang, manajemen waktu yang baik akan membuat kehidupan menjadi lebih baik. Mengapa demikian? Karena dengan manajemen waktu semuanya akan teratur dan tertata rapi, sehingga kehidupan yang lebih baik juga akan tercipta dengan adanya manajemen waktu tersebut. Sabtu, 01 Juli 2023 beberapa mahasiswa IAI Al-Qolam Malang Program Studi Tadris Bahasa Indonesia semester 6 yang terdiri dari Hanan, Erlik Widiawati, Niswatul Mustaufiroh, dan Nur Azizah menggelar seminar motivasi di MA Raudlatul Ulum Putri Ganjaran dengan tema “Aku Cerdas Manajemen Waktu”.
Tujuan dari seminar tersebut selain untuk memenuhi tugas UAS MK Microteaching adalah untuk memberikan pengetahuan dan motivasi kepada para siswi MA Raudlatul Ulum Putri Ganjaran mengenai pentingnya manajemen waktu dan bagaimana cara mengelola waktu yang baik terutama bagi para santri yang memiliki aktivitas atau kegiatan yang cukup padat. Selain itu, kegiatan seminar tersebut merupakan sebuah wadah atau tempat untuk mahasiswa IAI Al-Qolam Malang untuk mempraktikkan keterampilan dasar mengajar yang mereka miliki.
Pukul 10.00 WIB seminar motivasi dengan tema “Aku Cerdas Manajemen Waktu” dimulai. Acara dibuka oleh Erlik Widiawati selaku moderator dalam acara tersebut. Selepas membuka acara dan perkenalan, ia menyampaikan beberapa susunan acara yang akan dilalui pada kegiatan tersebut. Acara dimulai dengan pembukaan yang kemudian dilanjutkan dengan ice breaking dengan tujuan memancing konsentrasi siswa sebelum pemaparan materi dimulai. Memancing konsentrasi siswa sebelum pemaparan materi sangatlah penting, karena jika siswa sudah konsentrasi maka mereka akan lebih mudah memahami apa yang akan disampaikan oleh pemateri. Sebaliknya, jika siswa belum siap, mereka belum konsentrasi, mereka akan sulit memahami apa yang disampaikan oleh pemateri, mereka akan sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Kegiatan ice breaking yang bertujuan untuk memancing konsentrasi siswa ini dipandu oleh Niswatul Mustaufiroh. Ia membagi siswa menjadi beberapa kelompok, kemudian menentukan suara hewan yang harus diucapkan oleh masing-masing kelompok. Niswa selaku pemandu ice breaking berhasil membuat suasana kelas menjadi lebih hidup dengan menunjuk secara acak dan cepat setiapkelompok untuk menirukan suara hewan yang telah ditentukan sebelumnya. Kegiatan ini berhasil membuat siswa konsentrasi dengan apa yang harus mereka lakukan.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber pertama. Hanan salah satu mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia IAI Al-Qolam Malang angkatan tahun 2020 merupakan pemateri pertama dalam seminar tersebut, ia menyampaikan tentang pentingnya manajemen waktu serta tata cara mengelola waktu yang baik. Ia membuka pemaparan materinya dengan salam, menyapa, dan bertanya tentang kabar mereka. Hal ini bertujuan agar mereka merasa bahwa mereka diperhatikan, sehingga mereka (siswa) tertarik untuk mengikuti kegiatan berikutnya. Hal ini selaras dengan salah satu keterampilan dasar mengajar di dalam microteaching, yaitu keterampilan membuka pelajaran.
Selain bertanya tentang kabar, ia juga berusaha mengaitkan materi atau apa yang akan dibahas dalam seminar tersebut dengan kehidupan mereka sehari-hari dengan cara bertanya. Ia bertanya masalah apa yang sering mereka hadapi baik di sekolah maupun di pondok, mereka menjawab beberapa masalah yang sering mereka hadapi atau mereka temui adalah kurang mampu memahami materi pelajaran, sering terlambat datang ke sekolah, seringkali tidak mampu menyelesaikan tugas tepat waktu, dan lain sebagainya. Pemateri menerima semua jawaban dari audiens, kemudian pemateri menambahkan beberapa penjelasan untuk memperbaiki jawaban yang kurang tepat. Pemateri juga mencoba memberikan penguatan dengan cara mendekati siswa, menyebut namanya, dan memberikan tepuk tangan untuk siswa yang berani menyampaikan pendapatnya. Dari pertanyaan dan jawaban-jawaban tersebut, pemateri mampu mengaitkan apa yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari dengan materi yang akan mereka pelajari, yaitu kunci dari munculnya berbagai permasalahan tersebut adalah manajemen waktu yang kurang baik, dan kunci untuk mengatasi berbagai persoalan atau permasalahan tersebut adalah manajemen waktu yang baik. Pemateri menjelaskan berbagai hal terkait manajemen waktu, mulai dari pengenalan apa itu waktu, mengapa setiap orang harus memiliki kemampuan mengelola waktu dengan baik, hingga cara mengelola waktu dengan baik.
Dalam pemaparan materinya, Hanan selaku pemateri pertama menyampaikan dengan mengutip pendapat dari para ahli bahwa “Barangsiapa yang tidak mampu mengatur waktu, maka ia tidak akan mampu mengatur yang lainnya. Dan barangsiapa yang tidak mampu mengatur waktunya, maka ia adalah orang pertama yang akan mengeluh dengan berakhirnya waktu tersebut”. Mengapa ia menyebutkan bahwa orang yang tidak mampu mengatur waktu, maka ia tidak akan mampu mengatur yang lainnya? Karena memang segala sesuatu yang ada di dalam kehidupan ini berkaitan dengan waktu, maka jika dia tidak bisa mengatur waktu, ia tidak akan bisa mengatur yang lainnya. Barangsisapa yang tidak mampu mengatur waktu, maka waktu yang akan memakan dia. Salah satu sifat waktu adalah cepat berlalu dan tidak dapat digantikan, maka jika tidak dimaksimalkan dan dikelola dengan baik, ia tidak akan menghasilkan apapun. Dari penjelasan tersebut sangat jelas mengapa setiap orang harus memiliki kemampuan manajemen waktu.
Selain menjelaskan tentang pentingnya manajemen waktu, pemateri juga menyampaikan langkah-langkah mengelola atau memanaje waktu dengan baik. Ia mengatakan bahwa terdapat 7 langkah yang dapat membuat hidup menjadi penuh arti. Mengapa demikian? Karena 7 langkah ini akan membuat hidup menjadi lebih tertata dengan cara pengelolaan waktu yang baik, sehingga hidup akan penuh arti. 7 langkah tersebut meliputi: (1) miliki visi, (2) fokuskan perhatian, (3) tentukan prioritas, (4) buatlah daftar perencanaan (to do list), (5) lakukan sekarang (do it now), (6) evaluasi, dan (7) istiqamah.
Visi berbeda dengan rencana. Visi merupakan target atau tujuan akhir yang ingin dicapai, sedangkan rencana adalah langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan atau target akhir tersebut. Sebelum mengelola waktu, perlu mengetahui terlebih dahulu tujuan apa yang ingin dicapai, agar pengelolaan waktu dapat disesuaikan untuk mencapai tujuan akhir tersebut. Setelah memiliki visi, langkah selanjutnya adalah fokuskan perhatian, mengapa harus fokus? Karena cahaya matahari saja dapat membakar kertas jika difokuskan pada satu titik, dan tetesan air saja dapat melubangi batu yang keras jika difokuskan pada satu titik, inilah kekuatan dari fokus. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan dalam mengelola waktu adalah tentukan prioritas. Setiap orang pasti memiliki berbagai kegiatan yang sepertinya itu semua penting, tapi terdapat urutan prioritas dari setiap aktivitas atau kegiatan. Dalam mengelola waktu, seseorang harus tahu urutan prioritas agar ia tahu aktivitas dan pekerjaan mana yang harus ia kerjakan terlebih dahulu. Terdapat 5 urutan prioritas yang harus diperhatikan, yaitu sangat penting, lebih penting, penting, kurang penting, dan tidak penting. Dengan mengetahui dan menentukan urutan prioritas ini, seseorang akan mampu menyelasaikan semua tugasnya, karena dia tahu apa yang harus dia lakukan. Setelah menentukan prioritas, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah membuat perencaan atau to do list kemudian lakukan itu sekarang. Selanjutnya, lakukan evaluasi. Jika berhasil, kita patut bersyukur. Jika gagal, kita harus bersabar, lakukan evaluasi, cari tahu di mana letak kesalahannya, perbaiki ulang, membuat daftar perencanaan ulang, dan lakukan kembali. Dan langkah yang terakhir adalah istiqamah atau konsisten.
Pemaparan materi ini mampu menyadarkan siswa bahwa memang sangat penting memiliki kemampuan manajemen waktu, agar aktivitas menjadi tertata dan kehidupan menjadi lebih baik. Hal ini diketahui dari reaksi para siswi MA Raudlatul Ulum Putri Ganjaran, mereka menyampaikan bahwa mereka ingin menerapkan hal tersebut mulai dari sepulang sekolah nanti. Dalam hal ini, pemateri telah menerapkan atau mempraktikkan salah satu keterampilan dasar mengajar yang berupa keterampilan bertanya dan menjelaskan.
Setelah materi pertama usai, Niswatul Mustaufiroh kembali memandu ice breaking bersama semua audiens, dengan tujuan agar mereka tetap konsentrasi dan semangat mengikuti kegiatan seminar berikutnya. Ice breaking kedua ini bernama “Marina Menari di Menara”. Cara bermainnya adalah Niswa selaku pemandu ice breaking menunjukkan terlebih dahulu nyanyian “Marina Menari di Menara” lengkap dengan gerakannya. Kemudian, semua audiens harus ikut bernyanyi dan mengikuti gerakannya. Lalu, Niswa mulai menyanyikan nyanyian tersebut secara acak dan cepat, para audiens harus tetap ikut bernyanyi dan mengikuti gerakannya. Secara tidak langsung, kegiatan ini akan memancing kembali konsentrasi audiens.
Setelah audiens (siswi MA Raudlatul Ulum Putri Ganjaran) kembali konsentrasi, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi dari narasumber kedua, yaitu Nur Azizah. Ia menjelaskan bagaimana penerapan langkah-langkah tersebut di dalam kehidupan santri. Ia menjelaskan dengan variasi nada dan metode yang berbeda. Kemudian, setelah pemaparan materi kedua usai, pemateri membagi siswa menjadi 4 kelompok. Setelah terbentuk kelompok, pemateri mencoba membimbing diskusi kelompok kecil dan perorangan dengan menghampirinya satu persatu. Lalu, pemateri mengajak mereka untuk mencoba membuat perencanaan manajemen waktu, mulai dari penentuan visi, penentuan prioritas, dan pembuatan daftar perencanaan (to do list). Kemudian, setiap kelompok memilih satu perwakilan untuk maju ke depan untuk memperlihatkan perencanaan manajemen waktu yang telah dibuat.
Setelah pemaparan materi kedua usai, moderator kembali mengambil kendali dan melanjutkan acara ke sesi berikutnya yaitu sesi tanya jawab. Terdapat beberapa pertanyaan dari para audiens terkait manajemen waktu dan masalah yang mereka hadapi. Kemudian, kedua narasumber memberikan jawabannya untuk beberapa pertanyaan yang telah diajukan tersebut. Terdapat diskusi antara nasumber dengan audiens untuk mengatasi dan mencoba memberikan solusi terbaik untuk masalah yang mereka hadapi. Acara ditutup dengan kesimpulan yang disampaikan oleh moderator, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dengan semua peserta seminar motivasi “Aku Cerdas Manajemen Waktu”.
Seminar ini merupakan implementasi dari giat yang diinisiasi oleh Dosen Microteaching dan Dekan Fakultas Tarbiyah Muhammad Masykur Izzy Baiquni.