Daniar Khumairotul & Miftahul Jannah. Sabtu, 11 September 2023

Fakultas Tarbiyah

Kabupaten Malang, 08 September 2023 – Kerjasama Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Al Qolam dengan LP Ma’arif NU Kabupaten Malang dengan motto sinergi, manfaati, dan mbarokahi terus intensif. Hadir dalam workshop yang diadakan oleh LP Ma’arif NU para mahasiswa Fakultas Tarbiyah yang dikirim langsung oleh Dekan Fakultas Tarbiyah Muhammad Masykur Izzy Baiquni. Delegasi Mahasiswa hadir untuk mensukung dan belajar lebih dalam tentang pendidikan.

Banyak tenaga pendidik yang mengikuti Seminar Pendidikan yang bertajuk “Sarasehan Pendidikan Merdeka” yang diselenggarakan oleh LP Ma’arif NU di aula gedung MWCNU Gondanglegi. Acara ini dihadiri oleh ketua LP Ma’arif MWCNU, ketua MWCNU Gondanglegi, Dr. H. Agus Mulyono.,S.Pd.,M.Kes selaku dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Sufiyatul Munadziroh,M.Pd selaku kepala SMPI Wagir. Acara yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 11.00 WIB ini berjalan dengan lancar. Sebelum sesi seminar, acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, shubbanul wathan dan mars LP Ma’arif NU.

Ketua LP Ma’arif MWCNU Gondanglegi, Dr. H.A.Khufaani Jaufan dalam sambutannya menjelaskan bahwa seminar pendidikan ini bertujuan agar pendidik lebih memahami konteks kemerdekaan dalam  pendidikan. “Dengan harapan semoga seminar ini bisa manfaati,mbarokahi dan bersinergi dalam menjalankan perjuangan di lembaga masing-masing,” harapnya.   

Dalam dunia pendidikan, penyesuaian kurikulum sering terjadi sesuai dengan arahan pejabat di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Hal ini karena dalam kerangka pemerintahan Indonesia, Kementerian memegang otoritas tertinggi dalam mengawasi sistem pendidikan bangsa. Sebelumnya kita menggunakan kurikulum K-13,kini kurikulum tersebut berganti menjadi kurikulum merdeka dan mulai diterapkan secara bertahap berdasarkan instruksi atau arahan. Berbagai bentuk pelatihan pelatihan dilakukan terhadap para pendidik agar kurikulum Merdeka bisa diimplementasikan ke sekolah-sekolah.

Sementara itu, Sufiyatul Munadziroh,M.Pd selaku kepala sekolah SMPI Wagir yang hadir sebagai pemateri Sarasehan mengatakan bahwa agenda yang harus diimplementasikan dalam konteks merdeka belajar adalah perkenalan kesepakatan kelas,mulai dari diri sendiri,eksplorasi konsep,ice breaking dan rencana aksi nyata. Menariknya sebelum materi dilanjutkan, ibu Sufiyatul Munadziroh,M.Pd mengajak peserta seminar untuk bermain game psikis (Kinestetik) supaya lebih fokus dan mengenali potensi pada dirinya. “Tiap individu manusia adalah unik, persepsi berbeda pada satu hal yang sama dan peserta didik punya latar belakang atau tipe yang berbeda. Oleh karena itu kurikulum merdeka ini hadir,” paparnya.

Dalam konteks belajar merdeka, pendidik harus kreatif dalam proses pembelajarannya, sehingga membantu mengatur tujuan, proses belajarnya supaya bisa mengembangkan potensi dan minat belajar siswa dengan penguatan profil pelajar pancasila sebagai perwujudan pelajar yang memiliki kompetensi secara global,sesuai nilai nilai moral pancasila yang sesuai dengan visi dan misi kementrian pendidikan dan kebudayaan,sebagaimana tertuang dalam peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang rencana strategis kementrian pendidikan dan kebudayaan Tahun 2020-2024.

Pemateri selanjutnya, Dr. H.Agus Mulyono.,S.Pd.,M.Kes selaku dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga menyampaikan seputar pembelajaran kurikulum merdeka. Kebijakan merdeka belajar termasuk langkah mentransportasi pendidikan agar terwujudnya SDM yang bagus dam memiliki profil pelajar pancasila.  “Tidak banyak aturan, tidak memberatkan,” tegasnya.  

Kurikulum merdeka sebagai bentuk modifikasi dari kurikulum sebelumnya. Dan elemen yang berkaitan dengan merdeka belajar yaitu P5 (Penting, Peduli, Peka, Proaktif, dan Produktif). Maka, kurikulum merdeka berupaya menciptakan siswa yang tidak hanya unggul dalam hal akademis, melainkan juga memiliki dasar moral yang kuat dan keterampilan yang relevan untuk menghadapi dunia nyata. Minat dan bakat siswa diasah sejak dini bertujuan untuk mengetahui potensi dalam diri siswa yang lebih berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi siswa.

Ada empat kunci pengembangan guru merdeka belajar yang pertama yaitu kemerdekaan, guru  berkesempatan untuk menentukan tujuan dengan cara terus melakukan pengembangan diri, terus menggali potensi dalam diri guru tersebut, serta sering mengikuti dalam pelatihan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan belajar. Kedua yaitu kompetensi, guru merdeka belajar sama halnya dengan kemerdekaan guru yang dalam mengembangkan potensi diri dan memiliki kesempatan melakukan proyek percobaan yakni mendapat umpan balik berkualitas dan kesempatan dalam menilai kompetensinya. Ketiga yaitu kolaborasi, guru merdeka belajar memiliki kesempatan dalam berinteraksi antar sesama guru dalam lingkup yang berbeda dalam melakukan koaborasi dengan guru dan komunitas untuk menghasilkan karya dan mencapai tujuan bersama. Terakhir yaitu karir, guru merdeka belajar memiliki kesempatan untuk mengenali,memilih,merencanakan,dan mengembangkan karir nya sesuai dengan potensi diri guru.

Foto: Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAI Al Qolam Malang

Merdeka belajar memiliki keutungan tersendiri bagi pelajar saat ini,karena pemerintah sangat mununjang para pelajar,semestinya masyarakat menyambut baik kurikulum Merdeka yang dapat membantu meningkatkan bakat minat pelajar dan mengembangkan karakter pada diri pelajar.

“Teknologi adalah tools, hanya suatu alat bukan segalanya. Kualitas pembelajaran dalam kelas,intraksi antara guru dan murid itu esensinya”. ~Nadiem Makarim. Sukses selelau untuk Mahasiswa Fakultas Tarbiyah.

Editor: Izzy


admintarbiyah

Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Al-Qolam Malang berdiri pada 10 Februari 2015, salah satu Fakultas yang berdiri dilingkungan Institut Agama Islam Al-Qolam Malang

This is an empty menu. Please make sure your menu has items.