Daniar Khumairotul, Miftahul Jannah, Nur Ubaydhila. Jum’at 15 Desember 2023.

FTAR : Visi keilmuan Program Studi Tadris Matematika di Fakultas Tarbiyah Universitas Al-Qolam Malang adalah “Tadris Matematika berbasis Pendekatan Kontekstual”. tahun terakhir, dalam dunia pendidikan telah mengalami transformasi yang signifikan dengan munculnya Era 5.0.

Era ini ditandai dengan pergeseran paradigma yang mendalam dalam dunia teknologi, konektivitas global, dan integrasi kecerdasan buatan. Pendidikan, sebagai pilar penting dalam perkembangan masyarakat. Kita sebagai agent of change  harus mempelajari dan memahami bagaimana peluang, tantangan dan tren penelitian di era 5.0.

Himpunan Mahasiswa Tadris Matematika (TMTK) mengadakan kuliah umum dengan mengangkat tema “ Trend Penelitian Pendidikan di Era 5.0 ”, Kamis (14/12/223). Acara ini diselenggarakan di Auditorium Lt. 3 IAI Al-Qolam Malang,  pada pukul 12.30 -14.30 WIB yang menghadirkan  narasumber yang mumpuni dibidangnya yaitu Dr. Imam Rofiki, S.Si,M.Pd,. serta moderator Davix Veftia Vaikhotul yang merupakan mahasiswa berprestasi jurusan prodi matematika IAI Al-Qolam.

Acara ini juga dihadiri, Anggita Oktaviana P.,S.Si,M.Pd, selaku kaprodi tadris matematika. Annafi Awantagusnik,M.Pd, Wildan Hakim, S.Si,M.Pd, Tika Septia,S.Si.,M.Pd, selaku dosen  IAI Al-Qolam. Ketua HMJ tadris matematika yakni Luki Adi Firmansyah, juga ikut menyukseskan acara ini. Kuliah umum, dihadiri lebih dari 50 peserta yang merupakan mahasiswa/i IAI Al-Qolam dari berbagai prodi.

Pada awal sesi kuliah umum, Davix Veftia Vaikhotul sebagai moderator memberikan kata sambutan yang hangat kepada narasumber serta para peserta yang hadir. Acara yang dihadiri oleh sejumlah dosen dan mahasiswa/i ini bertujuan untuk memberikan panduan dan wawasan tentang penulisan atau komponen terpenting dalam laporan/artikel ilmiah yang berkualitas, khususnya dalam konteks Era 5.0 yang penuh inovasi. Moderator, tidak hanya memberikan sambutan pembuka yang hangat, tetapi juga mengajak para peserta untuk berpartisipasi dalam sesi ice breaking. Langkah ini diambil untuk menciptakan suasana yang lebih akrab dan interaktif sebelum memasuki inti dari materi yang akan disampaikan.

Dr. Imam Rofiki, S.Si,M.Pd menjelaskan bahwa saat seseorang membuka laporan/ artikel ilmiah, langkah awal yang menarik perhatian adalah  topik atau judulnya. Ini adalah pintu gerbang yang membuka jendela terhadap isi dan substansi dari tulisan tersebut. Penentuan topik atau judul memegang peran kunci dalam menarik minat pembaca, sekaligus memberikan sketsa awal mengenai fokus dan relevansi materi yang akan dibahas. Kemudian, mengenai abstrak/ringkasan yang harus berisi lengkap. Dalam abstrak, pembaca dapat menemukan informasi umum tentang penelitian yang telah dilakukan, tujuan penelitian, uraian metode penelitian yang digunakan, temuan atau hasil utama, dan keunikan atau originalitas dari penelitian juga sering kali ditekankan dalam memperlihatkan kontribusi khusus yang dibawa oleh penelitian tersebut ke dalam literatur akademis.

Fokus pembaca selanjutnya akan beralih ke bagian referensi. Referensi ini merupakan jendela ilmiah yang membuka akses ke sumber daya pengetahuan yang digunakan oleh penulis untuk mendukung argumen, temuan, atau opininya. Referensi yang jelas dan didasarkan pada artikel jurnal memiliki peran penting dalam membangun kejelasan dan kredibilitas suatu tulisan ilmiah. Keterkaitan referensi dengan artikel jurnal menandakan bahwa penulis mengacu pada sumber-sumber yang telah melalui proses per-review dan validasi oleh komunitas ilmiah. Ini mencerminkan ketelitian dan kualitas penelitian yang mendukung argumen atau temuan dalam tulisan tersebut.  Setelah itu, barulah  pendahuluan,metode,hasil, pembahasan dan simpulan.

Dr. Imam Rofiki, S.Si,M.Pd, juga menyampaikan materinya tentang tips bagaimana menulis research gaps dan pengembangannya yang baik. Pertama, membaca riset terdahulu. selanjutnya, penulis bisa berdiskusi (melakukan wawancara) dengan peneliti sebelumnya. Kedua, Penulis bisa melihat rekomendasi peneliti untuk penelitian berikutnya (further studies). Ketiga, mengkaji penelitian-penelitian (research article) dengan topik terkini atau fenomena terbaru. Kemudian menentukan teori yang tepat untuk membahas isu tersebut. Keempat, Mencari inspirasi pada artikel review (LR/SLR), analisis bibliometric, atau meta-analisis. Kelima, menemukan inkonsistensi dan kekurangan pada penelitian pendahulu. Keenam, membuat tabel data research gaps atau menggunakan Open Knowledge Maps. Terakhir, menuliskan research gaps dalam bentuk deksripsi. Perlu kita ketahui, bahwa research gaps bertujuan untuk menunjukkan kebaruan /orisinalitas dalam penelitian.

Dalam sesi tanya jawab yang sangat aktif setelah penyampaian materi kuliah umum, beliau menambahkan materi tentang cara menghadapi atau mengatasi tantangan dalam menyusun laporan atau artikel ilmiah di era 5.0. Beliau menyinggung pentingnya untuk tetap terbuka terhadap perkembangan teknologi, serta keterlibatan aktif dalam jaringan kolaboratif ilmiah. Serta pentingnya penguasaan literasi digital, keahlian analisis data yang berteknologi, dan skill untuk menyusun narasi ilmiah yang sesuai dengan perkembangan terkini.

“Ayo menulis, jangan mentok di tugas kelas dan skripsi saja!. Meneliti, menulis, kolaborasi dan publikasi!. Salam produktif berkarya”.

(Bq)


admintarbiyah

Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Al-Qolam Malang berdiri pada 10 Februari 2015, salah satu Fakultas yang berdiri dilingkungan Institut Agama Islam Al-Qolam Malang

This is an empty menu. Please make sure your menu has items.