Malang, 30 Mei 2024 – Perpustakaan Universitas Al-Qolam Malang terus berupaya menunjang kelancaran perkuliahan mahasiswa melalui sejumlah aturan yang bersifat luwes dan bersahabat. Informasi tersebut disampaikan oleh Nur Faridah, staf perpustakaan, dalam wawancara yang dilakukan pada hari ini.
Aturan pertama mengatur peminjaman buku. Setiap mahasiswa dibatasi meminjam maksimal dua buku, mengingat jumlah koleksi yang tersedia di perpustakaan masih terbatas. Adapun denda keterlambatan dipatok sebesar Rp500,- per hari, dengan tetap mempertimbangkan kondisi di lapangan.
“Kami menyadari bahwa setiap mahasiswa memiliki keterbatasan waktu serta kondisi yang tidak sama,” tutur Faridah. “Karena itu, dalam menerapkan denda, kami memperhitungkan sejumlah hal, seperti masa libur, kelalaian yang tidak disengaja, dan keadaan mahasiswa secara umum.”
Aturan kedua berkaitan dengan pengembalian buku serta yudisium. Mahasiswa berstatus tidak aktif yang masih memiliki buku belum dikembalikan tidak diizinkan mengikuti yudisium. Ketentuan ini diberlakukan agar seluruh buku dapat kembali ke perpustakaan dalam kondisi terawat.
“Riwayat peminjaman buku dapat ditelusuri melalui Siakad,” jelas Faridah. “Mahasiswa diwajibkan menuntaskan urusan administrasi dan mengembalikan buku sebelum mengikuti yudisium.”
Aturan ketiga menyangkut penempatan buku serta persyaratan kelulusan. Selain skripsi, buku ber-ISBN, jurnal, dan artikel juga dapat dihibahkan sebagai salah satu syarat kelulusan. Pihak perpustakaan bertugas mengatur penempatan dan pengelompokan buku hibah tersebut. “Skripsi dari lulusan tiga tahun terakhir disimpan di perpustakaan, sementara skripsi terdahulu dapat diakses melalui repositori Al-Qolam Malang,” terang Farida, Juru Perpustakaan Universitas Al-Qolam.
Aturan keempat berkaitan dengan layanan pencarian informasi buku. Mahasiswa dapat menelusuri koleksi melalui menu “Cari Perpustakaan” di Siakad. Daftar buku tersaji berdasarkan kategori, sehingga pencarian cukup dilakukan dengan memasukkan kata kunci.
“Kami ingin memastikan mahasiswa mudah mengakses informasi dan dapat menuntaskan studi tanpa hambatan,” ujar Faridah. “Berbagai aturan ini diharapkan mampu membantu mereka meraih tujuan akademik.”
Serangkaian kebijakan yang luwes dan bersahabat tersebut menjadi bukti komitmen Universitas Al-Qolam Malang dalam mendampingi mahasiswanya. Dengan adanya aturan ini, para mahasiswa diharapkan dapat lebih berkonsentrasi dalam belajar serta menyelesaikan studi dengan lebih mudah dan nyaman.
Penulis : Annanda Shofi Sulthoni
Editor : Muhammad Ulil Albab, S.H