Oleh: Muhammad Masykur Izzy Baiquni

Tulisan ini sebagai salah satu perwujudan kekaguman Saya kepada Prof. Imam Suprayogo, setelah memelajari dan berinteraksi dari beliau. Saya berfikir bahwa banyak sekali hal yang bisa Saya pelajari dari perjalanan hidup beliau

Dulu, pada tanggal 2 Januari 1951 lahirlah seorang putera dari pasangan Kiai Hasan Muchrodji dan Bu Nyai Mariyah, bayi mungil tersebut diberi nama Dimyati. Kemudian atas saran dari sang kakek nama tersebut diganti dengan nama Imam Suprayogo.

Semenjak masa kecll hingga menjadi tokoh besar banyak sekali pelajaran hidup yang bisa dipetik dari kisah pengabdian dan perjuangan beliau. Tulisan ini sebagai sumbang pengetahuan bagi siapa saja yang ingin belajar. Saya teringat ujaran dari Menteri Agama RI periode 2004-2009 tentang Prof Imam Suprayogo. Bapak maftuh Basyuni berkata” Figur bersahaja dengan sikap yang ramah, penampilannya tampak apa adanya, ‘dialog keilmuannya’ menyuguhkan dinamika berpikirnya, dan dengan Bahasa yang mudah di dengar dan dipahami, itulah sosok Imam Suprayogo yang dikenal sebagai penggas inovasi dan kreativitas kampus berilmu dan berkarya. Bagi Saya, Imam Suprayogo adalah sosok yang sangat menarik dan layak menjadi inspirasi siapa saja. Sehari-hari ia bergelut  dengan dunia manajerial praktis sebagai rector yang berhasil. Pada saat yang sama, dia adalah seorang cendekiawan yang setia dengan dunia keilmuan. Dua dunia itu digeluti oleh Imam Suprayogo dengan intens, total, dan tanpa mengorbankan satu lainnya”.

Foto di ndalem Prof Imam Suprayogo

Saya kutip juga dari tyulisan dosen UIN Malang Dr. Taufiqurrahman bahwa Prof. Dr. Ahmad Syafi’I Ma’arif,MA, mantan ketua Umum PP Muhammadiyah berkata “Atas ketekunan Profesor Imam Suprayogo menggores pena dakwah setiap sesudah subuh tanpa henti selama setahun (yang kemudian lebih), maka sebuah penghargaan MURI sangat layak bagi beliau.

Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo beberapa kali bercerita langsung kepada Saya bagaiamana cara beliau membangun awal jalan kesuksesan. Beliau berkata bahwa jalan awal untuk meraih sukses yaitu dengan komunikasi.

Buku-buku hasil renungan Prof Imam Suprayogo

 Prof. KH. Imam Suprayogo membagi komunikasi menjadi tiga. Pertama Komunikasi dengan Allah. Komunikasi dengan Allah dengan cara sholat yang khusyu’. Prof. Imam ketika memimpin dan membangun kampus selalu mengajak sholat berjamaah mahasiswa dan semua anggota kampus. Beliau berpesan pada Saya begini “Bangunlah lembaga kampus ini dengan membangun kedekatan dengan Allah.”

Kedua Komunikasi dengan Rasulullah saw., Komunikasi dengan Rasulullah saw dengan bersholawat. Tetapi bukan hanya soal ucapan yang melantunkan bacaan sholawat, tetapi kita harus “sowan” kepada Kanjeng nabi. Kita harus merasa bahwa Rasulullah hadir dan kita merasa bahwa Kanjeng Nabi dekat dengan kita. Beliau menjelaskan bahwa bila madrasah atau lembaga pendidikan ingin maju pesat. Maka madrasah jangan diisi dengan manusia. Kalau diisi dengan manusia, maka sukanya ribut terus, jelas Prof Imam sambil tertawa. Tetapi isilah dengan umat Muhammad saw.

Saya bertanya langsung kepada Prof. Imam. Ketika prof imam berjuang membangun kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan menghadapi semua tantangan, sampai banyak sekali yang mendemo, ketika mereka berdemo mereka berkata “Turunkan prof. Imam!, tetapi setelah bertemu dengan panjenengan sontak 180 derajat mereka berteriak “hidup Prof. Imam!, bagaimana itu bisa terjadi Prof? Prof. Imam sambil tertawa menjawab “Saya sholawati, Saya tidak hanya mengucapkan sholawat, tetapi hati Saya sambungkan kepada Rasulullah saw”. Prof Imam lebih dari tiga periode memimpin UIN Malang

Ketiga Komunikasi dengan manusia. Komunikasi dengan manusia yaitu dengan silaturrahim. Belaiu berkata “Problem kita adalah problem akhlak!”, kita semua harus “Mi’raj di tempat kesatuan, lalu bagaimana kita bisa bersatu bila kita tidak berada di tempat kesatuan?”. Dilihat dari aktivitas beliau selama, sebelum, ketika, dan setelah selelsai menjadi professor. Beliau dikenal sebagai sosok yang sangat senang bersilaturrahim dengan siapa saja. Beliau selalu berusaha menghadiri undangan yang diterima tanpa memilah undangan tersebut dari kalangan bawah atau atas.

Prof Imam Suprayogo di Acara Lakpesdam Kabupaten Malang

Namun selain daripada itu. Dalam berbagai kesempatan khususnya yang pernah Saya ikuti, seperti juga yang ditulis di dalam Buku Biografi beliau berjudul Imam al Jami’ah, beliau menyampaikan bahwa ada kekuatan-kekuatan yang beliau jadikan energi besar untuk meretas kesuksesan khususnya Ketika membangun UIN Malang yaitu: 1) jasa besar yang ditinggalkan pata pendahulu, 2) kebersamaan yang kukuh, 3) semangat kerja keras semua lapisan yang ada, 4) kemauan untuk membuka diri menerima apa saja yang baik dari manapun asalnya, 5) kemanuan untuk mengedepankan kepentingan Lembaga daripada kepentingan pribadi, 6) semmangat berkorban oleh semua yang terlibat di dalamnya, 7) adanya perencanaan yang jelas dan applicable, dan 8) yang sangat penting adalah limpahan rahmat dan inayah Allah swt.

Wallahu a’lam

9 Juni 2022


admintarbiyah

Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Al-Qolam Malang berdiri pada 10 Februari 2015, salah satu Fakultas yang berdiri dilingkungan Institut Agama Islam Al-Qolam Malang

This is an empty menu. Please make sure your menu has items.
Jaringan Situs Universitas Al Qolam Malang
Universitas Al Qolam Malang | PAI | PIAUD | Tadris B. Indonesia | Tadris B. Inggris | Tadris Matematika | Manajemen Bisnis Syariah | Akuntansi Syariah | Hukum Ekonomi Syariah | Ahwal Syakhsiyyah | KPI | FEBI | Fakultas Syariah | Fakultas Dakwah | Pascasarjana | PMB Online