Malang, 16 Oktober 2022
By: Tika Septia

Dalam rangka memberantas buta aksara, meningkatkan minat baca, menumbuhkan budaya literasi masyarakat, dan meningkatkan daya saing bangsa melalui program penguatan pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencanangkan Gerakan Literasi Nasional (GLN) pada tahun 2016 dimana Gerakan Literasi Numerasi termasuk menjadi salah program di dalamnya.
Numerasi atau literasi numerasi merupakan literasi yang dikenal paling awal dalam sejarah peradaban manusia. Keduanya tergolong literasi fungsional dan sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan numerasi berfungsi efektif dalam kegiatan belajar, bekerja, dan berinteraksi sepanjang hayat. Oleh sebab itu, literasi numerasi dikembangkan secara sistematis dan berkelanjutan, baik dalam kegiatan pembelajaran dalam kelas maupun kegiatan pembelajaran di luar kelas (ekstrakurikuler).
Literasi numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan untuk (a) menggunakan berbagai macam bilangan dan simbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari dan (b) menganalisis informasi yang ditampilkan di dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, dan lain sebagainya) lalu menggunakan interpretasi hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil kesimpulan dan keputusan. Secara sederhana, numerasi dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengaplikasikan konsep bilangan dan keterampilan operasi hitung di dalam kehidupan sehari-hari. Literasi numerasi juga mencakup kemampuan untuk menerjemahkan informasi kuantitatif yang terdapat di sekeliling kita. Singkatnya, literasi numerasi adalah kemampuan atau kecakapan dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan menggunakan matematika dengan percaya diri di seluruh aspek kehidupan. Literasi numerasi meliputi pengetahuan, keterampilan, perilaku, dan perilaku positif.
Numerasi tidaklah sama dengan kompetensi matematika. Keduanya berlandaskan pada pengetahuan dan keterampilan yang sama, tetapi perbedaannya terletak pada pemberdayaan pengetahuan dan keterampilan tersebut. Pengetahuan matematika saja tidak membuat seseorang memiliki kemampuan numerasi. Numerasi mencakup keterampilan mengaplikasikan konsep dan kaidah matematika dalam situasi riil sehari-hari. Saat permasalahannya sering kali tidak terstruktur, memiliki banyak cara penyelesaian, atau bahkan tidak ada penyelesaian yang tuntas, serta berhubungan dengan faktor nonmatematis.
Cakupan literasi numerasi sangat luas, tidak hanya dalam pelajaran matematika, tetapi juga berkaitan dengan literasi lainnya, misalnya kebudayaan atau kewarganegaraan. Adapun komponen literasi numerasi dalam cakupan Matematika, yaitu: bilangan, operasi dan penghitungan, geometri dan pengukuran, pengolahan data, interpretasi statistik, penalaran spasial, dan pola.
Literasi Numerasi menjadi hal yang penting dalam pembelajaran karena:
- Studi Programme for International Student Assessment (PISA) yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas sistem pendidikan dalam perspektif internasional berfokus pada hasil asesmen terhadap numerasi sebagai salah satu aspeknya
- Memahami karakteristik soal literasi numerasi adalah elemen kunci dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Asesmen Kompetensi Minimum adalah bentuk penilaian yang di gunakan untuk mengukur keterampilan minimum yang di miliki oleh peserta didik.
- Literasi numerasi dalam AKM bertujuan untuk untuk melatih siswa dalam bernalar, berpikir kritis dan kreatif serta melatih kemampuan pemecahan masalah melalui soal – soal yang diberikan, yang berbentuk soal cerita (uraian) atau essay serta memberikan dorongan yang lebih kuat untuk pembelajaran inovatif dan untuk mengembangkan pemikiran daripada menghafal.
Kemampuan literasi numerasi siswa akan berkembang dan meningkat apabila siswa sering dilatih dan dilakukan pembiasaan terkait literasi numerasi. Terkait hal tersebut
IAI AL Qolam bekerja sama dengan MA Al Khoirot melaksanakan Seminar dengan tema Literasi Numerasi dalam Digitalisasi Pembelajaran Matematika. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu, 16 Oktober 2022 dihadiri oleh siswa MA Al Khoirot. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Literasi Numerasi siswa, sehingga pembelajaran matematika lebih bermakna bagi siswa secara kontekstual.