Fauzan Taqiyuddin Abdul Fatah. Rabu, 14 Juni 2023
Fakultas Tarbiyah IAI Al Qolam.

Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al-Qolam Malang, program studi Tadris Bahasa Indonesia mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digelar langsung di sekolah SMP Al-Lathifi, Gondanglegi. Kegiatan ini didukung oleh kedua belah pihak; pihak kampus dan sekolah yang dituju. PKM yang dilakukan mahasiswa (TBI) telah berjalan lama. Setiap tahunnya, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tadris bahasa Indonesia selalu mengadakan kegiatan, baik kegiatan internal ataupun eksternal. Tujuannya tidak lain hanya untuk meningkatkan dan menambah pengalaman baru serta mengimplementasikan ilmu yang dimilikinya. Tidak cuma itu, mereka juga merasa bersyukur memiliki kesempatan bagus ini lebih-lebih bagi mahasiswa yang sedang menempuh semester akhir yang nantinya lebih mempermudah dalam melakukan penelitian yang ditujukan untuk tugas akhir.
Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) kali ini mengangkat tema “Meningkatkan Kesadaran Literasi Siswa”. Materi yang diangkat berkaitan dengan puisi. Pengisi kegiatan ini diisi oleh seluruh mahasiswa TBI divisi puisi. Kegiatan ini terbagi kedalam dua sesi; Pertama diisi dengan materi kedua diisi dengan praktek siswa dalam membuat pusi. Pemateri kali ini adalah sdr. Fauzan Taqiuddin Abdul Fatah (salah satu mahasiswa prodi Tadris Bahasa Indonesia semester 2). Para siswa SMP Al-Lathifi, Gondanglegi terlihat sangat antusias dan ceria dengan adanya kegiatan ini. Sebelum lanjut pada sesi kedua, masing-masing mahasiswa TBI divisi puisi memberikan contoh puisi hasil karya mereka masing-masing. Hal ini bertujuan untuk memberikan contoh kepada siswa sebelum mereka sendiri yang mebuat puisi.
Dalam sesi kedua ini, para siswa diberi menu praktek yakni, pelatihan membuat puisi. Adapun metode dalam pelatihan ini adalah menggunakan metode cooperative learning, dimana para siswa disuruh untuk membentuk kelompok yang dibimbing langsung oleh mahasiswa yang sudah ditugaskan untuk menjadi pembimbing pada masing-masing kelompok. Kelompok terbagi menjadi empat, per kelompoknya terdiri dari empat, lima bahkan enam siswa. Pembimbing juga tidak hanya satu dan dua orang saja, ada yang tiga bahkan empat pembimbing. Pelatihan cukup berjalan baik dan lancar. Setiap kendala dan ketidakmampuan siswa dalam membuat puisi terus diupayakan semaksimal mungkin oleh pembimbing dalam memberi, mengarahkan hingga siswa dapat membuat puisi secara mandiri.

Setelah pelatihan selesai, karya-karya mereka dikumpulkan menjadi satu kemudian diberikan kepada koordinator divisi puisi, saudari Siti Nurhaliza (salah satu mahasiswi TBI semester 4). Sebagai bentuk apresiasi karya sastra dan atas inisiatifnya, para siswa diminta untuk mebacakan puisi mereka masing-masing. Hal ini, bertujuan untuk melatih serta mengajak mereka untuk berani tampil di depan banyak orang. Agar siswa semangat dan berkenan untuk tampil ke depan, berbagai rencana dan strategi direncanakan oleh mahasiswa TBI, salah satunya adalah dengan cara meberikan hadiah (reward) kepada siswa yang berani tampil ke depan untuk mebacakan puisinya. Ada enam siswa yang berani maju ke depan untuk membacakan puisinya. Masing-masing terdiri dari tiga laki-laki dan tiga perempuan. Di penghujung penampilan, mereka diberi hadiah sesuai dengan perjanjian yang disampaikan oleh pembimbing. Kegiatan ini paling tidak dapat meningkatkan kreatifitas, produktifitas dalam belajar khususnya membuat puisi sebagai salah satu bentuk upaya dalam meningkatkan, mengembangkan dan mempertahakan literasi siswa-siswi Indonesia.
Kegiatan PKM ditutup dengan pembagian hadiah dan evaluasi mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia (TBI) bersama dengan Syaifuddin Zuhri, S.Pd. selaku alumni sekaligus guru sekolah SMP Al-Lathifi Gondanglegi. Dalam evaluasi, beberapa masukan, saran disampaikan olehnya. “Acara ini, sangat baik dan berdampak besar baik bagi kampus sebagai lembaga perguruan tinggi atau pun sekolah sebagai lembaga yang dituntut berkembang secara terus menerus seiring dengan berjalannya zaman.” Ungkapnya. “kemudian, kegiatan ini berjalan lancar dan baik maka perlu dan berhak untuk kita apresiasi. Tentu, semua kegiatan yang selama kita adakan pasti ada nilai plus minusnya. Tidak ada acara atau kegiatan semacam ini yang langsung plus semua, tidak ada. Kalau saya pribadi, tinggal meningkatkan mekanisme, struktural dan kekompakan mahasiswa TBI yang perlu ditingkatkan agar setiap acara, kegiatan yang diadakan dapat berjalan secara optimal” Tutupnya dalam sesi evaluasi.