Daniar Khumair. Senin, 02 Oktober 2023

Fakultas Tarbiyah

Bentuk kesadaran dan kepedulian kita terhadap pejuang bangsa adalah dengan mengingat,mempelajari sejarahnya dan dijadikan sebagai historia magistra vitae (Guru kehidupan). Namun, di zaman sekarang generasi muda banyak yang mengabaikan dan menganggap sejarah itu tidak penting! Inilah yang menjadi masalah yang akhirnya berdampak pada kehidupannya.  Lantas, bagaimana cara membentuk remaja yang peduli akan sejarah? Diadakannya dialog interaktif dan lomba narasi ini sebagai wujud menghormati dan rasa kepedulian kita terhadap pejuang bangsa.

30 September 2023, acara Dialog Interaktif (G30S/PKI) dan Lomba Narasi dengan tema “JAS MERAH” di Auditorium Institut Agama Islam Al-Qolam, sukses digelar. Acara tersebut diinisiasi oleh mahasiswa fakultas tarbiyah, Pendidikan Agama Islam IAI Al-Qolam. Dan dihadiri oleh Kaprodi PAI, Zainuddin Fanani,SEI,M.Pd.I, Warek III, Mudhofar,S.Ag,S.Pd,M.A. Ketua LP3M, Ahmad Atho’ Lukman Hakim, S.Ag, M.Sc. Abdulloh,S.Pd.I selaku juri lomba narasi, ketua HMJ PAI yakni Anas Khoirul Anam. Peserta lomba narasi dan tamu undangan dari perwakilan HMJ dan UKM. Acara yang berlangsung pukul 09.30 hingga 14.00 WIB ini berjalan dengan lancar. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan shubbanul wathan.  

Bapak Zainuddin Fanani,SEI,M.Pd.I selaku juri lomba, sangat mendukung diadakannya acara semacam ini, karena bermanfaat dalam membentuk mahasiswa agar menyadari dan memiliki kepedulian terhadap sejarah. “Adanya dialog interaktif dan lomba narasi, bisa menambah wawasan tentang sejarah dan konteknya terutama tentang G30S/PKI. Dan kedepannya, semoga panitia lebih siap dan sigap dalam menyelenggarakan sebuah acara,” ungkap Kaprodi PAI.

Sementara itu, bapak Mudhofar,S.Ag,S.Pd,M.A juga menambahkan bahwa, ”Diselenggarakannya dialog interaktif ini, supaya mengetahui dan memahami kondisi PKI pada zaman dahulu,”paparnya. Dengan berpartisipasi secara aktif dalam mendengarkanmengajukan pertanyaan, peserta memiliki peluang untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam dan komprehensif tentang sejarah politik Indonesia pada saat itu.

Pada pukul 10.30 WIB, acara dialog interaktif dimulai. Narasumber acara ini adalah ketua LP3M IAI Al-Qolam, Ahmad Atho’ Lukman Hakim, S.Ag, M.Sc. Beliau menceritakan tentang peristiwa G30S/PKI, penyebab peristiwa G30S/PKI, konflik ideologi, dan hikmah dibalik tragedi G30S/PKI. Gus Atok juga menyisipkan penjelasan tentang politik ingatan yaitu usaha yang dilakukan berbagai pihak untuk membentuk,mengawasi,dan menafsirkan bagaimana tragedi tersebut bisa dikenang oleh masyarakat. Dan hal itu,mencerminkan kerumitan dan perubahan yang terjadi dalam pembentukan sejarah serta strategi negara atau masyarakat mengadapi sejarah traumatis di masa lalu. Kita sebagai generasi muda, harus mengambil hikmah dari sejarah tersebut. Pertama, mengkritisi. Kedua, harus mempunyai konsep dalam mengikat bangsa. Mengkritisi kejadianG30S/PKI dan memetik pesan moralnya, bisa menjadikan masyarakat lebih bijaksana, dan toleransi nilai-nilai kemanusiaan. Menggunakan pengalaman buruk untuk pelajaran hidup, merupakan langkah awal agar tidak terjatuh dalam lubang yang sama.

Selanjutnya, sesi presentasi hasil karya. Semua peserta lomba memaparkan hasil tulisanya yang bertemakan “ JAS MERAH”  yang tidak lepas dari bulan penuh nestapa yaitu September Hitam. Penilaian hasil lomba ditentukan dari narasi yang ditorehkan, kreativitas gambarnya, dan cara presentasi karyanya. Akhirnya, juri  memutuskan mahasiswa yang karyanya patut diapresiasi yaitu  juara I diraih oleh Muh. Wafiq (PAI). Juara II, Tanzil Maro (PAI). Dan juara III, Muhammad Nurfaisal (TBI).

Harapannya, semoga mahasiswa fakultas tarbiyah sukses dan  bisa memajukan Institut Agama Islam Al-Qolam Malang.


admintarbiyah

Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Al-Qolam Malang berdiri pada 10 Februari 2015, salah satu Fakultas yang berdiri dilingkungan Institut Agama Islam Al-Qolam Malang

This is an empty menu. Please make sure your menu has items.