Upaya memperkuat literasi digital dan pemberdayaan generasi muda kembali digalakkan melalui seminar personal branding dan content creation yang digelar di Kabupaten Malang. Kegiatan edukatif ini menjadi bagian dari Program Sosialisasi Dewan yang diinisiasi oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi Partai Nasdem Periode 2024–2029, Hj. Jajuk Rendra Kresna, S.E., M.M., dan diselenggarakan oleh Perkumpulan Propublic Aspirasi Nusantara.
Seminar Edukatif di Hotel Miami Kepanjen
Seminar tersebut berlangsung di Hotel Miami, Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Sabtu, 26 September 2026, mulai pukul 13.00 hingga 18.00 WIB. Mengusung tema “Kreatif di Era Digital: Strategi Content Creation, Personal Branding, dan Digital Marketing”, acara dibuka secara resmi melalui sambutan Hj. Jajuk Rendra Kresna, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara wakil rakyat dan akademisi dalam merespons perkembangan ekosistem digital yang terus berubah.
Narasumber dari Akademisi dan Praktisi Digital
Sebagai narasumber utama, hadir Ketua Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Al-Qolam Malang, Armanda Prastiyan Pratama, M.Pd., bersama CEO Funvita Indonesia, Deni Andis I.S., S.T. Kehadiran keduanya memberikan perspektif akademik sekaligus pengalaman praktis dalam dunia kreator konten dan pemasaran digital.
Strategi Membangun Authority di Era Algoritma
Dalam pemaparannya yang bertajuk “The Modern Creator: Strategi Membangun Authority & Audience di Era Algoritma”, Armanda Prastiyan Pratama membedah perubahan lanskap digital. Ia menjelaskan bahwa media sosial kini bergeser dari Social Graph, yakni jangkauan berbasis jumlah pengikut, menuju Interest Graph, di mana algoritma memprioritaskan perilaku dan minat audiens.
“Di era saat ini, perhatian (attention) adalah mata uang baru. Namun, konsistensi tanpa strategi hanya akan menjadi sampah digital. Kreator muda harus berfokus pada metrik kualitas seperti retention rate, saves, dan shares, bukan sekadar likes atau metrik formalitas (vanity metrics),” tegas Armanda.
Lebih lanjut, Armanda memberikan panduan praktis bagi generasi muda dalam membangun personal branding dan kredibilitas tanpa harus menjadi “pakar palsu” (fake expert). Menurutnya, kredibilitas dibangun melalui prinsip Value-First serta formula E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness). Ia juga mendorong peserta untuk berperan sebagai dokumenter kreatif (documenter) yang secara jujur membagikan proses belajar mereka.
Teknik Penyusunan Konten dan Monetisasi Berkelanjutan
Materi seminar turut membahas teknik penyusunan konten, mulai dari hook tiga detik pertama, retention body, hingga Call to Action (CTA) berbasis nilai. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai strategi monetisasi berkelanjutan melalui Value Ladder, serta metode Batch Production untuk mencegah kelelahan mental (burnout) bagi para pembuat konten.
Dialog Interaktif dan Penutupan Acara
Rangkaian kegiatan yang dihadiri berbagai elemen masyarakat dan pemuda ini diakhiri dengan dialog interaktif serta penyerahan aspirasi. Acara ditutup secara khidmat dengan lagu kebangsaan Bagimu Negeri. Kolaborasi antara legislatif, akademisi, dan praktisi ini diharapkan dapat mencetak generasi kreator digital yang kredibel, berdaya saing, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
0 Komentar